Beautiful Malino, Agenda Wisata Andalan Milik Gowa

1. Beautiful Malino digagas sebagai usaha Pemkab Gowa memajukan potensi pariwisata

Beautiful Malino pertama kali digodok Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa pada awal tahun 2017. Kawasan Tinggimoncong, yang selama ini jadi primadona masyarakat kota Makassar jika hendak melarikan diri dari penatnya rutinitas, coba dikenalkan ke publik nasional. Selain itu, pemkab setempat coba menggenjot sisi pariwisata.

Jika Makassar terkenal dengan wisata pantai dan Maros berkat bukit karst eksotis, Gowa hendak menonjolkan lanskap lembah nan menyejukkan. Belum lagi jika berbicara tentang kebun teh, hutan pinus hingga kebun bunga di Malino yang menjadi spot andalan bagi mereka yang doyan ber-swafoto.

Ini sejalan dengan agenda Bupati Adnan Purichta Ichsan dan Wabup Abdul Rauf Malaganni Kr Kio yang ingin memasukkan nama Malino dalam daftar destinasi wisata nasional. Edisi pertama dihelat pada 14-15 Juli 2015, Beautiful Malino langsung dimasukkan dalam kalender event tahunan provinsi Sulawesi Selatan.

2. Berdampak positif pada pelaku UMKM di sekitar venue

Meski alokasi dana dari APBD tak berubah yakni hanya Rp1 miliar, Pemkab Gowa optimistis jika angka pengunjung Beautiful Malino tahun ini kembali naik signifikan. Saat edisi perdana hanya menggaet 30 ribu pengunjung, angka menanjak menjadi 60 ribu orang helatan tahun 2018. Target pun dipatok lebih tinggi yakni 100 ribu, didasarkan pada fakta jika tren antusiasme publik meningkat.

Dengan anggaran “seadanya”, dampak ekonomi justru paling dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah yang bertebaran di sekitar kawasan wisata tersebut. Contonya para pengelola villa, homestay hingga UMKM yang bergerak di sektor kuliner. Tahun lalu pihak penyelenggara mencatat jika total transaksi mencapai Rp24 miliar.

Plt Kabag Humas dan Kerjasama Pemkab Gowa, Abdullah Sirajuddin, menyuarakan rasa optimis jika Beautiful Malino sudah layak masuk dalam agenda nasional milik Kementerian Pariwisata. Ia merujuk pada gelaran yang sudah dihelat tiga tahun berturut-turut, infrastruktur pendukung, aksesibilitas dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *